Entri Populer

Sabtu, 12 Februari 2011

Reproduksi Generatif Pada Angiospermae

Biologi Kelas 2 > Sistem Reproduksi
97
< Sebelum Sesudah >

Organ yang berfungsi untuk alat reproduksi generatif adalah bunga.

Gbr. Bunga dan bagian-bagian penyusunnya
TABEL BAGIAN-BAGIAN BUNGA
BAGIAN BUNGA FUNGSI
1. Kelopak (kalik) Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola) Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :
a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari
Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
4. Putik (pistilus) terdiri atas :
a. tangkai putik (stilus)
b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)
Sebagai penghasil gamet betina


Bagaimana pembentukan gamet pada Angiosperma ?
Pembentukan butik serbuk terjadi di dalam kantung serbuk. Di dalam kantung serbuk terdapat banyak sel induk butir serbuk yang diploid. Sel induk butik serbuk ini kemudian akan membelah secara meiosis menjadi 4 sel butir serbuk (mikrospora) yang haploid. Seperti pada bagan berikut.
SEL INDUK BUTIR SERBUK (DIPLOID)
 Membelah secara Miosis
EMPAT SEL BUTIR SERBUK (HAPLOID)
 Masing-masing inti butir serbuk membelah secara mitosis
SATU INTI VEGETATIF DAN SATU INTI GENERATIF
Gamet betina dibentuk di dalam bakal biji (ovule) atau kantung lembaga. Pada bagian ini terdapat sel induk megaspora (sel induk kantug lembaga) yang diploid. Sel ini akan membelah secara meiosis dan dari satu sel induk kantung lembaga membentuk 4 sel yang haploid. Tiga sel akan mereduksi dan lenyap tinggal satu yang berkembang. Selanjutnya, sel ini membelah secara mitosis 3 kali dan terbentuklah 8 sel. Dari sel yang berjumlah 8 ini, 3 sel akan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan mikropil, 2 sel lainnya menjadi kandung tembaga sekunder, dan 3 sel terakhir menuju ke dekat mikropil. Dari 3 sel (yang menuju dekat mikropil) yang terakhir ini dua menjadi sinergid dan satu sel lagi menjadi sel telur. Dalam keadaan seperti ini kandung lembaga sudah masak dan siap untuk dibuahi. Putik yang sudah masak biasanya mengeluarkan cairan lengket pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari.
Penyerbukan dapat terjadi dengan berbagai perantara :
a. Perantara angin disebut anemogami, dapat terjadi bila butir serbuknya amat ringan, kecil dan kering.
Contoh : pada pinus, damar, rumput-rumputan.
b. Perantara air disebut hidrogami.
Contoh : pada tanaman air.
c. Perantara hewan disebut zoogami.
Bila serangga  entomogami
burung  ornitogami
siput  malakogami
kelelawar  kiroptorogami
d. Perantara manusia disebut antropogami.
Contoh : penyerbukan vanilli di Indonesia.

Menurut asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi 4 :
a. Autogami (penyerbukan sendiri)
Serbuk sarinya berasal dari satu bunga yang sama. Bila terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami.
b. Geitonogami (penyerbukan tetangga)
Bila serbuk sari berasal dari bunga lain yang berada dalam satu pohon (satu individu).
c. Alogami (penyerbukan silang)
Bila serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang masih satu spesies.

Kadang-kadang terjadi kegagalan penyerbukan dan pada beberapa jenis tumbuhan tidak mungkin terjadi autogami. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
a. Dikogami : Bila waktu masaknya putik dan serbuk sari tidak bersamaan, hal ini disebabkan karena:
1. Serbuk sari masak lebih dahulu daripada putiknya....(protandri).
....Contoh : seledri, bawang Bombay, jagung
2. Putik masak lebih dahulu daripada serbuk sari....(protogini).
b. Didesious : Bila pada satu spesies, alat kelamin jantan dan betinanya terpisah
Contoh : salak dan melinjo (Gnetum Arremon)
c. Heterostili : Bila panjang antara tangkai benang sari dan tangkai putik tidak sama dan berbeda jauh.
Contoh : kopi, kina dan kaca piring.
d. Herkogami : Bila bentuk bunga tidak memungkinkan serbuk sari jatuh ke kepala putik.
Contoh : vanili

Proses Penyerbukan dan Pembuahan
Butir serbuk/serbuk sari  menempel pada kepala putik  membentuk buluh serbuk (2 inti, inti vegetatif dan inti generatif) berjalan ke arah mikropil (pintu kandung lembaga)  inti generatif membelah  2 inti sperma  sampai di mikropil, inti vegetatif mati  satu inti sperma membuahi sel telur  embrio. Satu inti sperma lain membuahi inti kandung lembaga  endosperma (makanan cadangan bagi embrio).
Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.
Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :
1. Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)
2. Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:
a. Apogami : embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
b.Partenogenesis : embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
c. Embrio adventif : merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga.


Apomiksis dan amfimiksis dapat terjadi bersamaan, maka akan terbentuk lebih dari satu embrio dalam satu biji, disebut poliembrioni. Peristiwa ini sering dijumpai pada nangka, jeruk dan mangga.

Taksonomi

Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Rodentia
Family: Muridae
Subfamily: Murinae
Genus: Mus
Subgenus: Mus
Species: M. musculus


________________________________________

Baca juga: Tikus untuk Penelitian Laboratorium
Melayani Tikus Rat (Rattus norvegicus) dan Mencit (Mus musculus) untuk penelitian. Tersedia Strain Wistar dan Spargue Dawley (SD), segala usia dan bobot tubuh.
________________________________________
Asal dan Habitat
Tikus putih atau mencit adalah tikus rumah rumah adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Tikus adalah binatang yang hidup bersama, tinggal di dalam selama cuaca dingin dan bergerak di luar selama musim semi dan musim panas, bentuk-bentuk liar, tinggal di luar sepanjang hidup mereka, dan dikurung binatang, terus untuk penelitian, pengujian, mengajar, hewan peliharaan dan mewah. Meskipun tikus liar aktif di malam hari, mencit peliharaan memiliki periode kegiatan selama siang dan malam. Tikus memakan makanan manusia dan barang-barang rumah tangga. Di alam liar, tikus memakan biji-bijian, akar berdaging, daun, batang, serangga, dan beberapa daging, jika tersedia. Tikus liar dan membangun sarang di mana pun dan makanan penutup yang cocok ada.
Penggunaan
Mencit kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan dan mewah. Namun, sebagian besar tikus diperoleh dari peternak hewan laboratorium untuk digunakan dalam penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Bahkan, tujuh puluh persen dari semua hewan yang digunakan dalam kegiatan biomedis tikus. Melebihi dari 1000 saham dan strain tikus telah dikembangkan, serta ratusan mutan saham yang digunakan sebagai model penyakit manusia. Dalam hal genetika, mouse adalah mamalia dicirikan paling lengkap.
Penanganan
Mencit diangkat oleh menggenggam pangkal ekor dengan satu jari atau ibu jari berujung karet forsep. Ini adalah teknik yang berguna untuk mentransfer tikus dari satu kandang yang lain. Untuk secara manual menahan mouse, mouse pertama yang diangkat oleh pangkal ekor, maka kulit longgar di leher / pundak daerah adalah seseorang ditangkap antara ibu jari dan jari telunjuk. Hal ini akan lebih mudah dengan mengangkat mouse, yang memungkinkan mouse untuk memahami sebuah kandang kawat atas atau permukaan lainnya dengan forelimb, kemudian memegang kulit leher / harus daerah. Dengan sedikit latihan, mouse dapat diangkat dan ditahan dengan teknik satu tangan. Ketika tangan memegang, mouse harus terbalik sehingga berat mouse terletak di telapak tangan. Di ujung caudal mouse dikendalikan dengan menempatkan penangan ekor antara keempat dan kelima jari.
Merebut ekor selain di dasar dan mengangkat mouse dapat mengakibatkan slip pada kulit dan jaringan subkutan, dan kemudian nekrosis, infeksi, dan peluruhan dari caudal vertebra.
Anatomi dan Fisiologi
o Dewasa berat badan: 25 – 40 g (betina); 20-40 g (pria)
o Life span: 1.5 – 3 tahun
o Pernapasan rate: 94-163 napas / menit
o Denyut jantung: 325-780 denyut / menit
o dubur rata-rata suhu normal: 99,5 ° F
o rumus gigi adalah 2 (I 1 / 1, M 3 / 3) = 16. Terbuka di gigi seri-berakar dan tumbuh terus menerus. Tikus akan menggigit atau “sejumput” dengan gigi seri tajam jika mishandled.
o perut dibagi menjadi bagian nonglandular proksimal dan bagian distal kelenjar. Kedua bagian yang terlalu berbeda. Ini mirip dengan perut kuda.
o paru-paru kiri terdiri dari satu lobus, sedangkan paru kanan terdiri dari empat lobus.
o tikus memiliki lima pasang kelenjar susu. Distribusi jaringan mammae menyebar, membentang dari garis tengah ventral atas panggul, dada, dan bagian leher.
o Sangat berkonsentrasi urin diproduksi; jumlah besar protein diekskresikan dalam urin.
o tikus memiliki zona thermoneutral sempit mamalia apapun sejauh diukur. Sebuah mouse menanggapi penurunan suhu oleh nonshivering thermogenesis, dan dengan kenaikan temperatur lingkungan dengan mengurangi laju metabolik dan meningkatkan vascularization dari telinga. Nonshivering thermogenesis dapat menghasilkan peningkatan tiga kali lipat tingkat metabolisme dasar, dan untuk sebagian besar terjadi pada lemak cokelat. Konsentrasi tertinggi lemak cokelat ditemukan dalam jaringan subkutan antara scapulae. Brown lemak juga disebut kelenjar berhibernasi, walaupun mouse tidak hibernate.
o Bedding harus diubah dua kali seminggu. Tanah tongkol jagung yang paling penyerap.
Nutrisi
Mencit harus diberi makan pelleted komersial tikus atau hewan pengerat diet dan air lib iklan. Ini diet yang bergizi lengkap dan tidak memerlukan suplemen.
Makanan asupan sekitar 15g/100g BB / hari; asupan air sekitar 15 ml/100g BB / hari.
Reproduksi
Breeding awal adalah sekitar 50 hari usia di kedua perempuan dan laki-laki, meskipun mungkin betina estrus tama mereka pada 25-40 hari. Tikus polyestrous dan berkembang biak sepanjang tahun; ovulasi spontan. Lamanya siklus estrus 4-5 hari dan estrus itu sendiri berlangsung sekitar 12 jam, terjadi di malam hari. Vagina smear berguna dalam perkawinan waktunya untuk menentukan tahap siklus estrus. Perkawinan biasanya terjadi pd malam hari dan dapat dikonfirmasi oleh kehadiran sebuah plug sanggama di vagina hingga 24 jam pasca-sanggama. Kehadiran sperma pada vagina smear juga merupakan indikator yang dapat diandalkan kawin.
Female tikus ditempatkan bersama-sama cenderung masuk ke anestrus dan tidak siklus. Jika terkena laki-laki tikus atau feromon seorang laki-laki tikus, sebagian besar perempuan akan masuk ke estrus dalam waktu sekitar 72 jam. Ini sinkronisasi dari siklus estrus dikenal sebagai efek Whitten. Pemaparan yang baru-baru ini dibesarkan mouse ke feromon laki-laki yang aneh tikus dapat mencegah implantasi (atau pseudopregnancy), sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek Bruce.
Rata-rata periode kehamilan adalah 20 hari. Sebuah subur estrus postpartum terjadi 14-24 jam setelah kelahiran, dan simultan laktasi dan memperpanjang usia kehamilan usia kehamilan 3-10 hari karena implantasi tertunda. Sampah rata-rata ukuran 10-12 selama produksi optimal, tetapi sangat tergantung ketegangan. Sebagai aturan umum, bawaan tikus cenderung memiliki masa kehamilan lebih lama dan lebih kecil daripada outbred tandu dan hibrida tikus. Muda disebut anak-anak anjing dan berat 0,5-1,5 gram saat lahir, yang gundul, dan menutup kelopak mata dan telinga. Kanibalisme jarang terjadi, tetapi perempuan tidak boleh diganggu selama proses kelahiran dan untuk minimal 2 hari setelah melahirkan. Pups yang disapih pada usia 3 minggu; penyapihan berat 10-12 gram. Jika estrus postpartum tidak dimanfaatkan, resume perempuan bersepeda 2-5 hari postweaning.
Bayi tikus jantan yang baru lahir dibedakan dari betina dengan mencatat jarak yang lebih besar dan lebih besar anogenital genial papila pada pria. Hal ini paling baik dilakukan dengan mengangkat sampah ekor dan membandingkan pasangan perineums.
Pseudopregnancy durasi 1-3 minggu steril dapat mengikuti perkawinan, tetapi jarang diperhatikan.
Penyakit pada gerbil
o Penyakit bakteri
+ Tyzzer’s Disease: Bacillus piliformis
+ Menular murine kolon hiperplasia: Citrobacter rodentium
+ Pseudomoniasis: Pseudomonas aeruginosa
+ Pasteurellosis: Pasteurella pneumotropica
+ Salmonellosis: Salmonella typhimurium dan Salmonella enteritidis
+ Corynebacteriosis: Corynebacterium kutscheri
+ Murine pernafasan mycoplasmois: Mycoplasma pulmonis
+ Erythrozoon coccides
+ Hemobartonella muris
+ Staphylococcus, ulcerative radang kulit
o Penyakit Viral
+ Sendai Virus
+ Epizootic Diare dari Bayi Mice
+ Reovirus 3
+ Mouse Hepatitis Virus
+ Mousepox
+ Lymphocytic Choriomeningitis Virus
+ Pneumonia Virus of Mice
+ K Virus
+ Laktat dehidrogenase-mengangkat Virus
+ Mouse sitomegalovirus
+ Mouse Thymic Virus
+ Polyomavirus
+ Menit Virus Mice
+ Mouse adenovirus
+ Mouse Encephalomyelitis Virus
+ Encephalomyocarditis Virus
+ Murine Leukemia Virus
+ Ektasia Tumor Virus
o Parasitic Diseases
+ Protozoa Penyakit
# Toksoplasmosis: Toxoplasma gondii
# Spironucleus (Hexamita) muris
# Giardia muris
+ Cacing Infeksi
# Syphacia obvelata
# Aspicularis tetraptera
# Hymenolepis nana
# Hymenolepis diminuta
# Taenia taeniaeformis
+ Ectoparasites
# Polyplax serrata
# Myobia musculi
# Radifordia affinis
# Mycoptes musculinis
# Pserergates simplex
o Penyakit jamur
+ Trichophyton mentagrophytes
o Non-penyakit menular
+ Barbering
# Rambut kumis menggigit atau mengunyah, adalah manifestasi dari dominasi sosial.
# Daerah alopecia (rambut rontok) di sekitar moncong mungkin juga akibat dari abrasi terhadap permukaan kandang.
+ Tail menggigit, lesi kulit
# Tail menggigit dan lesi kulit lainnya yang dihasilkan oleh pertempuran juga manifestasi dari dominasi sosial.
# Walaupun tidak terbatas pada laki-laki, mereka cenderung menjadi lebih agresif.
+ Ektasia tumor
+ Lymphoblastic limfo
http://isroi.wordpress.com/2009/12/05/biologi-tikus-putih-mus-musculus/

Rangka Tubuh Manusia

Tulan-tulang yang menyusun tubuh manusia dapat dibedakan menjadi tulang tengkorak, tulang badan & tulang anggota gerak, yang terdiri atas tulang dengan berbagai bentuk & ukuran. Otot mempunyai kemampuan untuk berkerut (kontraksi) sehingga dpt menggerakkan tulang.


Macam-macam bentuk tulang
Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi 3, yaitu:
a. Tulang pipa: tulang lengan, paha, tungkai & ruas-ruas tulang jari.
b. Tulang pipih: tulang rusuk, dada, belikat, panggul, & dahi.
c. Tulang pendek: tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, telapak kaki, & ruas-ruas tulang belakang.

Macam-macam tulang berdasarkan penyusun tulang
a. Tulang rawan: terdiri atas sel-sel tulang rawan/kondrosit & matriks tulang, bingkas & lentur, sedikit zat kapur.
b. Tulang sejati: terdiri atas sel-sel tulang keras (osteosit) & matriks tulang yg tersusun kolagen& zat kapur sehingga bersifat keras.

Hubungan antar tulang (artikulasi)
a. Diarthrosis, jika memungkinkan terjadinya gerakan leluasa (sendi: peluru, engsel, pelana, putar)
b. Amfiarthrosis, jika gerakan yg terjadi sangat terbatas
c. Sinarthrosis, jika antara 2 tulang yg dihubungkan tdk ada gerak. Dibedakan atas: Sinkondrosis & Sinfibrosis.

Fungsi rangka manusia
- memberi bentuk tubuh
- pelindung bagian-bagian tubuh yg lunak
- menegakkan tubuh
- tempat pembentukkan sel-sel darah
- melekatnya otot
Proses penulangan/osifikasi
Tulang rawan pada embrio banyak mengandung osteoblast, osteoblast membentuk osteosit yg menyusun sistem havers. Di tengah sistem havers tempat saraf & pembuluh darah. Pada tulang pipa, tempat yg terus mengalami pemanjangan adalah bagian cakra epifise (daerah antara epifise dg diafise)
http://biocyberway.blogspot.com/2008/04/rangka-tubuh-manusia.html

Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

A. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot.
Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang hingga terbentuk embrio. Embrio
akan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ.
Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi janin. Janin akan
dilahirkan sebagai bayi. Kemudian, bayi tumbuh dan berkembang menjadi
anak-anak, remaja, dan dewasa.
Pada siklus hidup hewan tertentu, terjadi perubahan bentuk tubuh dari
embrio sampai dewasa. Perubahan bentuk ini disebut metamorfosis.
Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu metamorfosis sempurna
dan tidak sempurna.
Metamorfosis sempurna dicirikan dengan adanya bentuk tubuh yang
berbeda di setiap fase metamorfosis. Contoh hewan yang mengalami
metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu dan katak. Tahapan metamorfosis
kupu-kupu mulai dari telur larva (ulat) pupa (kepompong) imago
(dewasa).

Jika diperhatikan ternyata dalam setiap fase metamorfosis kupu-kupu, terlihat
adanya perbedaan bentuk tubuh. Begitu juga dengan katak. Katak mengalami
metamorfosis sempurna mulai dari telur berudu (kecebong) katak
dewasa. Metamorfosis tidak sempurna ditandai dengan adanya bentuk tubuh yang
sama, tetapi ukurannya berbeda pada salah satu fase metamorfosis. Contohnya
adalah belalang dan kecoa. Belalang mengalami metamorfosis yang dimulai
dari telur nimfa imago (dewasa). Nimfa memiliki bentuk tubuh yang
sama dengan serangga dewasa, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil.
Faktor-faktor yang mempengaruhipertumbuhan dan perkembangan hewan
dapat dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internal
meliputi gen dan hormone. Faktor eksternal meliputi air, makanan, dan
cahaya.
1. Gen
Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari orang tua (induk)
kepada keturunannya. Gen akan mengendaalikan pola pertumbuhan dan
perkembangan hewan.
2. Hormon
Hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan dan
perkembangan hewan adalah hormon somatotrof (hormon pertumbuhan).
Bila hewan kekurangan hormone pertumbuhan, maka pertumbuhan akan
terhambat sehingga badannya kerdil. Bila kelebihan hormon pertumbuhan,
maka akan mengalami pertumbuhan raksasa.
3. Makanan
Makanan sangat diperlukan oleh hewan. Makanan digunakan sebagai zat
pembangun tubuh dan sumber energi.
4. Air
Air merupakan pelarut dan media untuk terjadinya reaksi metabolisme
tubuh. Reaksi metabolisme ini akan menghasilkan energi, membantu
pembentukan sel-sel yang baru, dan memperbaiki sel-sel yang rusak.
5. Cahaya Matahari
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam pembentukan vitamin D.
Vitamin itu diperlukan dalam pembentukan tulang.

B. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Setelah terjadinya penyerbukan, inti generatif serbuksari akan membelah
menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Satu sperma membuahi sel telur untuk
membentuk zigot. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang
terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Penyatuan
dua sperma dengan sel-sel yang berbeda dalamkantung embrio disebut
pembuahan ganda. Setelah fertilisasi ganda, bakal biji akan berkembang
menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi biji dan bakal buah
akan berkembang menjadi buah.
1. Struktur Biji
Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan
persediaan makanan. Embrio dan persediaan makanannya terbungkus oleh
selaput biji. Bila kita membuka biji kacang (dikotil), terlihat bahwa embrio
melekat pada kotiledon. Di bawah titik pelekatan embrio dan kotiledon,
terdapat sumbu embrionik yang disebut hipokotil. Di bawah hipokotil,
terdapat radikula yang merupakan bakal akar. Bagian sumbu embrionik di
atas kotiledon adalah epikotil. Pada ujungnya terdapat plumula yang
merupakan bakal daun.
Pada biji kacang-kacangan, kotiledon berdaging sebelum biji
berkecambah. Namun, kotiledon biji jarak sangat tipis dan
mempertahankan persediaan makanannya di endosperma. Kotiledon ini
akan menyerap zat-zat makanan dari endosperma dan memindahkannya ke
embrio ketika biji jarak mulai berkecambah. Anggota famili rumputrumputan memiliki kotiledon khusus yang disebut skutelum. Skutelum
akan menyerap zat-zat makanan dari endosperma selama perkecambahan.
Embrio biji rumput-rumputan terbungkus oleh lapisan koleorhiza dan
koleoptil. Koleorhiza melindungi akar dan koleoptil melindungi tunas
embrionik.
2. Perkecambahan Biji
Perkecambahan biji bergantung pada imbibisi. Imbibisi merupakan
penyerapan air oleh biji. Air yang berimbibisi menyebabkan biji
mengembang, memecahkan kulit biji, dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan
pertumbuhannya. Zat-zat makanan dipindahkan dari endosperma atau
kotiledon ke bagian embrio yang sedang tumbuh.
Organ pertama yang muncul dari biji yang berkecambah
dinamakan radikula (bakal akar). Pada tanaman buncis, hipokotil akan
tumbuh dan mendorong epikotil dan kotiledon ke atas permukaan tanah.
Selanjutnya plumula yang terletak di ujung epikotil, akan berkembang
menjadi daun pertama. Daun ini terus tumbuh dan berkembang menjadi
hijau dan mulai berfotosintesis. Kotiledon akan layu dan rontok dari biji
karena cadangan makanannya telah dihabiskan oleh embrio yang
berkecambah. Perkecambahan biji yang disebabkan oleh pertumbuhan
hipokotil yang mendorong kotiledon dan epikotil ke atas permukaan tanah
ini disebut tipe perkecambahan epigeal.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Tumbuhan
a. Faktor internal
1.) Gen
Ukuran, bentuk, dan kecepatan tumbuh dikendalikan oleh gen-gen
yang terdapat di dalam kromosom. Gen-gen tersebut diariskan dari
induk tumbuhan kepada keturunannya. Gen-gen tersebut akan
mengatur pola dan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan.
2.) Hormon
Hormon merupakan senyawa organic yang mengatur pertumbuhan
tumbuhan. Hormon juga dikenal sebagai zat tumbuh. Ada lima
hormone tumbuhan, yaitu auksin, giberalin, sitokinin, asam absisat,
dan etilen.
a. Auksin terdapat di embrio biji, meristem apical, dan daun-daun
muda. Berfungsi untuk merangsang pemanjangan batang;
pertumbuhan, diferensiasi, dan percabangan akar; dominansi
apical; dan merangsang pembentukan bunga dan buah. Auksin yang terdapat pada ujung batang (meristem apikal) dapat
menghambat pertumbuhan tunas cabang. Keadaan ini disebut
dominansi apikal. Karena itu, tumbuhan dapat tumbuh lurus
dan tinggi.
b. Giberelin terdapat pada meristem apikal akar, meristem apikal
batang, dan daun. Giberelin berperan dalam mempercepat
perkecambahan biji dan tunas; pemanjangan batang;
pertumbuhan raksasa; terbentuknya buah yang besar dan tidak
berbiji; dan merangsang perbungaan.
c. Sitokinin dihasilkan pada bagian akar dan diangkut ke organ
lainnya. Sitokinin berperan dalam pertumbuhan akar;
merangsang pembelahan dan pertumbuhan sel; menghambat
penuaan; menghambat dominasi apikal; dan mengatur
pembentukan bunga dan buah.
d. Asam absisat terdapat pada daun, batang, akar, dan buah.
Asam absisat berperan dsalam menghambat pertumbuhan
ketika keadaan lingkungan tidak memungkinkan (cekaman
lingkungan) dan penutupan stomata selama kekurangan air.
e. Etilen terdapat pada buah yang matang, batang, daun, dan
bunga yang sudah tua. Etilen berperan dalam pematangan buah
dan pengguguran daun dan bunga.
b. Faktor eksternal
1.) Air dan mineral
Tumbuhan memerlukan air dan mineral untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Air dan mineral diserap dari dalam tanah oleh
akar. Air berfungsi sebagai pelarut dan untuk fotosintesis. Mineral
seperti karbon, nitrogen, fosfat, kalsium, dan magnesium berguna
sebagai bahan pembangun tubuh tumbuhan.
2.) Kelembapan
Kelembapan menunjukkan kandungan air di tanah dan udara. Bila
kelembapan rendah, transpirasi akan meningkat sehingga penyerapan air dan mineral semakin banyak. Keadaanini dapat
memacu laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
3.) Cahaya
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam proses fotosintesis.
Proses ini menghasilkan makanan yang dapat digunakan untuk
mendapatkan energi dan membangun tubuh.
4. Metagenesis
Siklus hidup tumbuhan memperlihatkan suatu pergiliran keturunan
(metagenesis). Pergiliran keturunan meliputi fase gametofit dan sporofit.
Fase gametofit atau fase generatif merupakan tahap menghasilkan gamet
haploid. Fase sporofit atau fase vegetatif merupakan tahap menghasilkan
spora. Gametofit menghasilkan gamet haploid yang menyatu membentuk
zigot. Zigot berkembang menjadi sporofit diploid. Pembelahan sporofit,
menghasilkan spora yang menghasilkan generasi gametofit berikutnya.
Tumbuhan lumut dan paku mengalami pergiliran keturunan. Pada
tumbuhan lumut, gametofit merupakan tahapan dominant dan dapat
diamati. Sedangkan pada tumbuhan paku, sporofit merupakan tahapan
dominant dan dapat diamati.

C. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
1. Perkembangan Embrio dalam Rahim
Embrio yang menempel pada rahim (uterus) terus tumbuh dan
berkembang sampai terbentuk dua bagian utama sel dan jaringan. Bagian
pertama berupa embrio yang akan menjadi janin, bagian lain akan
membentuk membran ekstraembrio. Membran ekstraembrio ini
selanjutnya membentuk amnion dan tali pusat yang merupakan
penghubung antara embrio dengan jaringan induknya.
Fungsi plasenta dan tali pusat adalah untuk mengalirkan makanan
dan oksigen dari induk ke embrio serta mengalirkan sisa-sisa metabolisme
embrio ke peredaran darah induknya. Perkembangan embrio selanjutnya
adalah sebagai berikut. a. pada umur empat minggu, janin sudah memperlihatkan pertumbuhan
mata dan telinga;
b. pada umur kira-kira 8 minggu, janin sudah mirip dengan bayi dengan
kepala lebih besar, mata, telinga, hidung, jari tangan dan jari kaki
mulai terlihat;
c. pada umur 10 minggu, panjang embrio kira-kira 6 cm, ukuran kepala
masih lebih besar dari badannya;
d. pada umur kira-kira 8 bulan (32 minggu), panjang janin kurang lebih
40 cm;
e. pada umur kira-kira 9 bulan, bayi mencapai perkembangan yang
sempurna dan panjangnya kira-kira 50 cm serta beratnya + 3 kg.
Begitu bayi siap untuk dilahirkan otot-otot pada rahim berkontraksi
secara teratur dan mendorong bayi keluar dari rahim melalui vagina.
2. Tahapan Perkembangan Manusia
Pada masa pubertas, terjadi pertumbuhan sekunder dan
pematangan organ kelamin manusia sehingga mampu bereproduksi atau
manghasilkan keturunan. Pertumbuhan sekunder yang terjadi pada anak
laki-laki dan wanita selama masa pubertas dapat dilihat sebagai berikut.
Wanita Rata-rata
usia
Rentang
usia
Laki-laki Rata-rata
usia
Rentang
usia
Buah dadak
mulai
berpucuk
10 th 8-13 th Buah zakar
mulai
membesar
11,5 th 9,5-13,5 th
Peningkatan
tinggi badan
10 th 8-13 th Peningkatan
tinggi badan
12,5 th 10,5-16 th
Rambut
kemaluan
muncul
10,5 th 8-14 th Rambut
kemaluan
muncul
12 th 10-15 th
Penis mulai
membesar
12 th 14-15,5 th Puncak
peningkatan
tinggi badan
11,7 th 10-13,5 th Puncak
peningkatan
tinggi badan
14 th 12,5-15,5
th
Menstruasi
pertama
12,8 th 10,5-15,5
th
Penyemburan
pertama air
mani
13 th 12-16 th
Terhentinya
peningkatan
tinggi badan
13 th 10-16 th
Berakhirnya
pertumbuhan
buah dada
14 th 10-16 th Suara mulai
terdengar
dalam
14 th 12,5-15,5
th
Berakhirnya
pertumbuhan
rambut
kemaluan
14,5 th 14-15 th Berakhirnya
pertumbuhan
penis
14,5 th 12-16 th
Terbentuknya
kumis dan
jenggot
15,3 th 13-17 th
Tinggi badan
dewasa
tercapai
15,5 th 13,5-17,5
th
Berakhirnya
pertumbuhan
rambut
kemaluan
15,5 th 14-17 th

Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

A.Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai sejak terbentuknya zigot.Satu sel zigot akan tumbuh dan berkembang hingga terbentuk embrio. Embrioakan berdiferensi sehingga terbentuk berbagai macam jaringan dan organ.Organ-organ akan menyatu dan bergabung menjadi janin. Janin akandilahirkan sebagai bayi. Kemudian, bayi tumbuh dan berkembang menjadianak-anak, remaja, dan dewasa.
Pada siklus hidup hewan tertentu, terjadi perubahan bentuk tubuh dariembrio sampai dewasa. Perubahan bentuk ini disebut metamorfosis.Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu metamorfosis sempurnadan tidak sempurna.
Metamorfosis sempurna dicirikan dengan adanya bentuk tubuh yangberbeda di setiap fase metamorfosis. Contoh hewan yang mengalamimetamorfosis sempurna adalah kupu-kupu dan katak. Tahapan metamorfosiskupu-kupu mulai dari telur
larva (ulat)
pupa (kepompong) imag



Jika diperhatikan ternyata dalam setiap fase metamorfosis kupu-kupu, terlihatadanya perbedaan bentuk tubuh. Begitu juga dengan katak. Katak mengalamimetamorfosis sempurna mulai dari telur
berudu (kecebong)
katak
dewasa.

Metamorfosis tidak sempurna ditandai dengan adanya bentuk tubuh yangsama, tetapi ukurannya berbeda pada salah satu fase metamorfosis. Contohnyaadalah belalang dan kecoa. Belalang mengalami metamorfosis yang dimulaidari telur
nimfa
imago (dewasa). Nimfa memiliki bentuk tubuh yang
sama dengan serangga dewasa, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil.
Faktor-faktor yang mempengaruhipertumbuhan dan perkembangan hewandapat dibagi menjadi dua, yaitu: faktor internal dan eksternal. Faktor internalmeliputi gen dan hormone. Faktor eksternal meliputi air, makanan, dan cahaya.
1. Gen
Gen merupakan faktor keturunan yang diwariskan dari orang tua (induk)kepada keturunannya. Gen akan mengendaalikan pola pertumbuhan danperkembangan hewan.
2. Hormon
Hormon merupakan senyawa organik yang mengatur pertumbuhan danperkembangan hewan adalah hormon somatotrof(hormon pertumbuhan).Bila hewan kekurangan hormone pertumbuhan, maka pertumbuhan akanterhambat sehingga badannya kerdil. Bila kelebihan hormon pertumbuhan,maka akan mengalami pertumbuhan raksasa.
3. Makanan
Makanan sangat diperlukan oleh hewan. Makanan digunakan sebagai zat
pembangun tubuh dan sumber energi.
4. Air
Air merupakan pelarut dan media untuk terjadinya reaksi metabolismetubuh. Reaksi metabolisme ini akan menghasilkan energi, membantupembentukan sel-sel yang baru, dan memperbaiki sel-sel yang rusak.
5. Cahaya Matahari
Cahaya matahari sangat diperlukan dalam pembentukan vitamin D.
Vitamin itu diperlukan dalam pembentukan tulang.
B.Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
http://www.scribd.com/doc/16314264/Pertumbuhan-Mahkluk-hidup

Percobaan Silus Estrus mencit

Siklus estrus merupakan periode dimulainya estrus pertama hingga estrus berikutnya. Pada hewan seperti tikus, siklus estrusnya terjadi beberapa kali dalam setahun yang dikenal dengan sebutan hewan polyestrus. Dalam percobaan ini, siklus estrus pada tikus putih akan diketahui berdasarkan sekresi dari cairan vaginanya. Mula-mula yang kita lakukan adalah diambil sekresi dari vagina mencit dengan menggunakan Cotton bud dan di oleskan pada kaca preparat. Kemudian cairan dibiarkan mengering pada suhu ruangan, kemudian ditambahkan zat warna methylen blue atau giemsa. Setelah 15 menit, preparat dibilas dengan aquades dan siap diamati di bawah mikroskop.
Hasil dari 3 ekor mencit yang kita gunakan adalah Pada tikus betina yang pertama, cairan vaginanya menunjukkan fase estrus, yang ditandai dengan banyaknya sel epithelium yang terkornifikasi. Terdapat eritrosit dalam jumlah sedang dan sedikit leukosit. Fase estrus merupakan fase di mana hewan betina siap untuk dikawinkan. Pada fase ini, hewan betina memiliki tingkat birahi yang tinggi dan akan menerima hewan jantan untuk mengewininya. Pada fase estrus, hormon FSH mengalami penurunan sementara hormon LH dan estrogen meningkat. Fase estrus dari luar ditandai dengan membengkaknya vulva dan orificum vagina yang membuka.
Pada tikus yang kedua, preparat dari cairan vaginanya menunjukkan fase diestrus yang terlihat dari dominansi leukosit yang banyak. Fase diestrus merupakan periode tidak aktif yang singkat sebelum periode estrus berikutnya. Fase diestrus dialami oleh hewan-hewan yang tergolong polyestrus seperti tikus. Fase diestrus berhubungan dengan regenerasi fungsi korpus luteum. Mukosa pada vagina selama periode estrus tipis dan banyak terdapat leukosit.
Cairan vagina pada tikus ketiga menunjukkan fase metestrus dimana sel-sel epiteliumnya bervariasi. Terdapat epitel yang terkornifikasi, epitel dengan inti yang piknotik dan epitel granula dalam sitoplasma. Pada cairan vagiananya juga banyak ditemukan leukosit. Fase metestrus merupakan fase pasca ovulasi dimana terjadi penurunan hormon estrogen dan peningkatan hormon progesterone serta FSH. Pada fase ini corpus luteum mulai berfungsi. Panjangnya fase metestrus bergantung dari panjang waktu sekresi LTH (Luteo Tropic Hormone) oleh adenohipofisis.
Hal-hal kemungkinan yang dapat terjadi setelah fase metestrus adalah diestrus, kebuntingan, kebuntingan palsu (pseudopregnancy) dan anestrus (untuk hewan monoestrus).
http://www.biopedia.co.cc/2009/09/percobaan-silus-estrus-mencit.html

MAKALAH PERKEMBANGAN HEWAN Tentang PEMBELAHAN PADA HEWAN

KELOMPOK VI
M.Nailul Autar
A1C409053




Dosen Pengampu : Drs. Jodion Siburian M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2010
Kata Pengantar
Alhamdulillah, Puji Syukur kehadirat Allah SWT kami ucapkan atas terselesainya penulisan makalah yang berjudul: Sistem Rangka ini. Tak lupa pula kami sampaikan terima kasih kepada dosen mata kuliah Perkembangan Hewan, Bapak Drs. Jodion Siburian. M.Si atas ilmu yang telah beliau berikan selama perkuliahan ini.
Makalah ini disusun oleh kelompok Enam dengan tujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah Perkembangan Hewan. Selanjutnya makalah ini insaalah akan dipresentasikan dalam bentuk Power Point. Kami berharap makalah ini dapat menjadi referensi bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang Pembelahan pada Hewan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari taraf kesempurnaan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Teman-teman dan semua pihak yang membaca makalah ini. Dengan adanya kerja sama teman-teman Semoga kami dapat memperbaiki kekurangan kami, serta lebih baik pada masa-masa mendatang.
Amien ya Rabbal ‘alamin . . .

Jambi, November 2010


Penulis





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.
Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.
1.2 Permasalahan
Adapun permasalah yang akan dibahas pada makalah ini, yaitu:
• Apa itu Sistem Rangka
• Bagaimana struktur Rangka pada hewan


BAB II
SISTEM RANGKA MANUSIA
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.
2.1 Sistem Rangka Manusia
Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.
Rangka manusia disokong oleh struktur seperti ligamen, tendon, otot, dan organ manusia yang lain.
Sejumlah 206 tulang membentuk sistem rangka manusia dewasa. Tulang dinamakan mengikut tempatnya.
Adapun pembagian sistem rangka manusia yaitu:
1. Rangka paksi
 Tengkorak
 Turus vertebra
 Sangkar rusuk
2. Rangka apendaj
 Lengkungan pektoral
 Lengkungan pelvis
 Tulang-tulang anggota hadapan
 Tulang-tulang anggota Belakang
A. Rangka paksi
1. Tengkorak
Rangka atau tulang-tulang tengkorak ini melindungi kepala dan organ-organ dalam kepala.
Bagian-bagian tengkorak ialah:
1. Kranium
 Berfungsi untuk melindungi otak.
 Mempunyai 8 kepingan tulang yang berasingan bercantum melalui satur(sendi tak bergerak).
2. Soket mata (atau Orbit)
 Berfungsi untuk melindungi kedua-dua bebola mata.
3. Tulang hidung
 Berfungsi untuk menyokong tisu-tisu hidung yang lembut.
4. Lubang telinga
 Berfungsi untuk melindungi bahagian dalam telinga.
5. Rahang atas (atau Maksila)
 Berfungsi menyokong barisan gigi atas.
6. Rahang bawah (atau Mendibel)
 Berfungsi menyokong barisan gigi bawah.
 Rahang berkebolehan untuk bergerak, iaitu untuk menguyah makanan dan sebagainya.
7. Bukaan pada dasar tengkorak
 Berfungsi untuk menyambung tengkorak dengan turus vertebra.

2. Turus vertebra
Tulang-tulang vertebra terdiri daripada 33 ruas tulang bersendi. Pada setiap hujungnya terbentuk satu turus yang boleh luntur. Turus vertebra berfungsi untuk melindungi saraf tunjang yang terletak dibahagian tengahnya. Diantara tulang-tulang vertebra, terdapat cakera rawan yang bertindak sebagai kusyen untuk penyerap hentakan(daya) dan mengurangkan geseran semasa pergerakan.
Bagian-bagian turus vertebra ialah:
 7 vertebra serviks - Bahagian leher
 12 vertebra toraks - Bahagian toraks
 5 vertebra lumbar - Bahagian pinggang
 5 vertebra sakrum - Bahagian punggung
 4 vertebra koksiks - Bahagian hujung tulang belakang
Bagian-bagian vertebrata
1. Sentrum
 Bersifat Pejal dan tegar
 Memberi sokongan
 Menentang daya mampatan
2. Arka
 Merupakan lengkuk saraf
 Terletak pada bahagian dorsal sentrum
 Melindungi saraf tunjang
3. Salur saraf
 Merupakan salur rongga kosong
 Berfungsi sebagai laluan saraf tunjang
4. Zigapofisis
 Merupakan muka sendi antara 2 vertebra.
 Prazigapofisis mengarah ke atas.
 Postzigapofisis mengarah ke bawah.
5. Cuaran spina
 Berfungsi untuk melekatkan otot
6. Cuaran melintang
 Berfungsi untuk melekatkan otot
3 Sangkar rusuk
Sangkar rusuk berfungsi untuk melindungi jantung dan peparu.
Tulang-tulang yang membentuk sangkar rusuk ialah:
 12 pasang tulang rusuk bersendi dengan vertebra toraks dan melengkung ke hadapan.
 7 pasang tulang rusuk bersendi dengan sternum secara terus.
 3 pasang yang lain dihubung secara tidak langsung dengan rawan.
 3 pasang tulang rusuk terakhir tergantung bebas dan tidak dihubungkan kepada sternum.

B. Rangka apendaj
Rangka apendaj bersendi dengan rangka paksi pada bahagian bahu dan punggung.
Lengkungan pektoral
Terdiri daripada 2 tulang iaitu:
1. Tulang klavikel
 Berbentuk rod dan melengkung sedikit.
 Bersendi dengan manubrium pada suatu hujung dan cuaran akromion pada suatu hujung yang lain.
 Berfungsi untuk mengalirkan daya daripada lengan kepada badan manusia.
2. Tulang skapula
 Berbentuk sekeping tulang leper yang berupa segitiga.
 Membentuk cuaran akromion dan cuaran korakoid yang dianjur daripada spina skapula.
 Lesung glenoid(bahagian tulang skapula) bersendi dengan kepala tulang humerus anggota hadapan.

3. Lengkungan pelvis
Terdiri daripada 2 tulang kiri dan kanan yang simetri. Tulang-tulang pada kedua-dua bahagian ini bercantum antara satu sama lain di simfisis pubis pada bahagian ventral. Lengkungan ini terbahagi kepada:
 Ilium yang bersendi dengan sakrum.
 Iskium (atau tulang pelana)
 Pubis (atau tulang ari-ari)
http://ms.wikipedia.org/wiki/Rangka_manusia#Sistem_rangka_manusia
2.2 Rangka Tubuh Manusia
Tulang-tulang yang menyusun tubuh manusia dapat dibedakan menjadi tulang tengkorak, tulang badan & tulang anggota gerak, yang terdiri atas tulang dengan berbagai bentuk & ukuran. Otot mempunyai kemampuan untuk berkerut (kontraksi) sehingga dpt menggerakkan tulang.
Macam-macam bentuk tulang
Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi 3, yaitu:
a. Tulang pipa: tulang lengan, paha, tungkai & ruas-ruas tulang jari.
b. Tulang pipih: tulang rusuk, dada, belikat, panggul, & dahi.
c. Tulang pendek: tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, telapak kaki, & ruas-ruas tulang belakang.
Macam-macam tulang berdasarkan penyusun tulang
a. Tulang rawan: terdiri atas sel-sel tulang rawan/kondrosit & matriks tulang, bingkas & lentur, sedikit zat kapur.
b. Tulang sejati: terdiri atas sel-sel tulang keras (osteosit) & matriks tulang yg tersusun kolagen& zat kapur sehingga bersifat keras.
Hubungan antar tulang (artikulasi)
a. Diarthrosis, jika memungkinkan terjadinya gerakan leluasa (sendi: peluru, engsel, pelana, putar)
b. Amfiarthrosis, jika gerakan yg terjadi sangat terbatas
c. Sinarthrosis, jika antara 2 tulang yg dihubungkan tdk ada gerak. Dibedakan atas: Sinkondrosis & Sinfibrosis.
Fungsi rangka manusia
Adapun fungsi rangka manusia yaitu:
- memberi bentuk tubuh
- pelindung bagian-bagian tubuh yg lunak
- menegakkan tubuh
- tempat pembentukkan sel-sel darah
- melekatnya otot

Proses penulangan/osifikasi
Tulang rawan pada embrio banyak mengandung osteoblast, osteoblast membentuk osteosit yg menyusun sistem havers. Di tengah sistem havers tempat saraf & pembuluh darah. Pada tulang pipa, tempat yg terus mengalami pemanjangan adalah bagian cakra epifise (daerah antara epifise dg diafise)
http://biocyberway.blogspot.com/2008/04/rangka-tubuh-manusia.html

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penulisan makalah ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
d. Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup.
e. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik),
f. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang
g. Fungsi tulang bermacam-macam tergantung pada letak dan susunan nya.
h. Tulang-tulang yang menyusun tubuh manusia dapat dibedakan menjadi tulang tengkorak, tulang badan & tulang anggota gerak, yang terdiri atas tulang dengan berbagai bentuk & ukuran.
i. Otot mempunyai kemampuan untuk berkerut (kontraksi) sehingga dpt menggerakkan tulang

DAFTAR PUSTAKA
http://ms.wikipedia.org/wiki/Rangka_manusia#Sistem_rangka_manusia : diakses 20 nov 2010
http://biocyberway.blogspot.com/2008/04/rangka-tubuh-manusia.html